
KENDARI, HARMONISULTRA.COM ā Suasana hangat menyelimuti markas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara. Bukan sekadar rutinitas tahunan, agenda buka puasa bersama yang digelar tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas antara pilar keempat demokrasi dengan jajaran pemerintah daerah serta lembaga publik.
Ketua PWI Sultra, Sarjono, dalam sambutannya menegaskan, esensi dari pertemuan ini melampaui seremoni formalitas. Baginya, kehadiran para tokoh dan insan pers di satu meja adalah wujud niat baik untuk menjaga komunikasi yang sehat di tengah dinamika informasi yang kian cepat.
“Kegiatan ini merupakan niat baik kita semua untuk terus menyambung silaturahmi. Saya berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di tengah kesibukan yang padat,” ujar Sarjono dengan nada takzim.
Dalam momen tersebut, Sarjono sempat membawa hadirin menoleh sejenak ke belakang. Ia mengenang masa-masa awal tumbuhnya komunitas wartawan di Sultra yang bermula dari wadah sederhana sebelum bertransformasi menjadi organisasi yang solid seperti saat ini.
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir. Sarjono menyebut kehadiran Andi bukan sekadar tamu undangan, melainkan simbol kehadiran negara dalam mendukung ekosistem media.
“Pak Kadis Kominfo ini adalah pengasuhnya pers. Kehadiran beliau sangat berarti bagi kami semua di sini sebagai bentuk dukungan nyata,” tambah Sarjono.
Kedalaman acara ini terlihat dari komposisi tamu yang hadir, mencerminkan jejaring PWI Sultra yang luas.
Tampak hadir Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, yang merepresentasikan fungsi pengawasan publik.
Dari sektor pendidikan, hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, M.Pd.
Tak hanya pejabat publik, kemitraan strategis di industri media juga terlihat dengan kehadiran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) serta dukungan emosional dari Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).
Sembari menanti waktu berbuka, suasana religius diperkuat dengan tausiyah singkat dari Muhammad Adhan, S.AP. Pengurus MUI Sultra sekaligus Dai Wahdah Islamiyah ini menitikberatkan pesannya pada peningkatan ketaqwaan dan peran moral individu dalam profesinya masing-masing.
Tausiyah tersebut menjadi refleksi bagi para wartawan yang hadir bahwa di balik pena dan kamera, terdapat tanggung jawab moral yang besar kepada sang Pencipta dan masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan khidmat, dilanjutkan dengan ramah tamah yang mencairkan sekat-sekat formalitas antara pejabat dan kuli tinta.
Buka puasa ini kembali membuktikan, hubungan antara pers dan pemerintah di Sulawesi Tenggara dibangun di atas fondasi kekeluargaan yang kokoh.
PENERBIT: REDAKSI







Komentar